Senangnya Warga Terdampak Banjir Bisa Urus Kembali Dokumen Kependudukan

By Abdi Satria


nusakini.com-Jakarta-Penanganan pasca banjir oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta benar-benar dirasakan oleh warga. 

Di bidang kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) misalnya, sehari setelah banjir menerjang kawasan Jabodetabek, Rabu (1/1) lalu, Pemprov DKI Jakarta langsung hadir membuka posko pelayanan Dukcapil di sejumlah lokasi terdampak banjir.

Pelayanan ini dikhususkan bagi warga yang dokumen kependudukannya rusak atau hilang akibat banjir. Warga tinggal mendatangi posko pelayanan Dukcapil dengan membawa fotokopi dokumen kependudukan yang hilang atau rusak dan melaporkannya kepada petugas. 

Seperti yang dialami Nurhayati (50), warga RT 03/16, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Saat musibah banjir merendam rumahnya Rabu lalu, ia dan keluarganya tak sempat menyelamatkan dokumen kependudukan miliknya. Alhasil, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) miliknya hilang bersamaan dengan datangnya banjir.

Mengetahui keberadaan posko pelayanan Dukcapil di dekat rumahnya, ia pun bergegas mendatanginya untuk mengurus KTP dan KK miliknya yang hilang. Ia pun mengaku cukup mudah dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan tersebut. 

"Tinggal bawa fotokopi-nya diserahkan ke petugas dan nggak sampai setengah jam saya sudah mendapatkan KTP dan KK yang baru," ujar Nurhayati, saat ditemui di dekat lokasi pengungsian Masjid Jami Darussalam, Jl Pulo Nangka Barat II, Kayu Putih, Pulogadung, Sabtu (4/1). 

Ia pun memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas layanan kependudukan bagi warga yang terdampak banjir oleh Pemprov DKI Jakarta. 

"Terima kasih karena saya bisa langsung mengurus KTP dan KK dengan mudah dan cepat hari ini," katanya. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Timur, Nurrahman mengatakan, layanan jemput bola yang dilakukan pihaknya bagi warga yang terdampak banjir di Kelurahan Kayu Putih mengerahkan 12 petugas. Umumnya, sambung Nurrahman, warga yang datang mengurus KTP dan KK mereka yang hilang atau rusak akibat banjir. 

Pelayanan hari ini dibuka mulai pukul 09.00 - 14.00. Namun, jika peminatnya banyak layanan bisa saja diperpanjang kembali. 

"Sampai pukul 13.15, tercatat sudah ada 50 warga yang datang mengajukan permohonan," tandasnya. 

Ditambahkan Nurrahman, khusus untuk pelayanan KTP, KK dan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) bisa langsung dibagikan hari ini. Sedangkan untuk akta kelahiran harus menunggu pengecekan di arsip.(p/ab)